Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kenapa Stres Bisa Membuat Wanita Sulit Hamil? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Apakah Stres Bisa Membuat sulit hamil, benarkah begitu? Simak penjelasannya yukk!

Anda tentu sering mendengar bahwa stres bisa membuat wanita sulit hamil

Denganseringnya mendengar informasi seperti itu, anda yang ingin segera hamil tentu akan bertanya-tanya, “Apakah benar bahwa stres memang bisa membuat wanita sulit hamil?

Ataukah hanya isu-isu saja?”. 

Langsung saja kami jawab pertanyaan tersebut dengan jawaban “YA", memang benar bahwa stres bisa membuat wanita termasuk juga anda sulit hamil.

Namun meskipun begitu, ini tidak berarti bahwa setiap wanita yang stres pasti sulit hamil.

Karena memang kenyataannya, ada banyak juga wanita di seluruh dunia yang tetap bisa hamil meskipun berada di bawah tekanan hebat.

Namun dengan merujuk pada pendapat dari para dokter ahli dan juga beberapa penelitian yang dilakukan, ditemukan hubungan yang cukup jelas, bahwa stres memang bisa membuat wanita sulit.

Anda mungkin pernah membaca artikel tentang cara cepat mendapatkan keturunan, dan hampir kebanyakan dokter menyarankan untuk menghindari stres atau sebisa mungkin untuk belajar mengelola pikiran agar tidak sters, ini karena memang menganggu kesuburan Anda.

Stres Bisa Membuat Wanita Sulit Hamil


Mungkin Anda masih tidak percaya, baiknya simak berikut ini kami berikan ulasan lengkapnya untuk Anda pahami, tentang apakah stres bisa menganggu wanita sulit hamil atau tidak.

Pendapat dari para Dokter Ahli

Alasan kenapa stres bisa membuat wanita sulit hamil menurut dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG alumni Universitas Indonesia ini saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu, 12Desember 2012 adalah, karena emosi dan juga hormon wanita itu berpusat di otak.

Sehingga ketika wanita mengalamistres yang menyebabkan emosinya menjadi tidak stabil, maka secara otomatis ini akan mempengaruhi hormon pada tubuh wanita secara keseluruhan tanpa terkecuali hormon-hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron pun ikut terganggu.

Akibatnya jelas, proses-proses penting yang mengawali terjadinya kehamilan seperti siklus haid dan juga ovulasi menjadi terganggu.

Ketika siklus haid dan ovulasi terganggu, maka sudah pasti hal ini akan membuat sel telur sulit dilepaskan dari ovarium dan akibatnya pembuahan tidak dapat terjadi, yang berarti pula bahwa kehamilan pun juga tidak akan bisa terjadi.

Pernyataan dari dr. Med. Damar prasmusinto, SpOG ini diperkuat dengan penjelasan yang disampaikan oleh Tony Weschler, MPH penulis buku “Taking Charge of Your Fertility’ yang merupakan founder dari Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), bahwa:

“Stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus wanita, yaitu bagian dari otak yang berfungsi mengatur suhu tubuh, tekanan darah, denyut jantung, perilaku konsumsi, emosi dan bahkan hormon yang mengatur proses terjadinya ovulasi”.

Sehingga ketika terjadi stres, maka efek buruknya akan membuat ovulasi sulit terjadi, yang artinya pembuahan tidak dapat terjadi dan tentunya membuat kehamilan pun sult terjadi.

Hal ini semakin diperkuat dengan pernyataan yang disampaikan oleh dr. Rosdiana Ramli,

SpOG sewaktu diwawancarai oleh DIGI PUSTAKA, di mana beliau menyatakan bahwa


“Jika seorang wanita ingin agar bisa cepat hamil, maka hindari stres, karena stres akan mempengaruhi kemampuan sel telur dalam berovulasi dan juga akan mengganggu kemampuan dari sperma dalam membuahi sel telur’,


Dengan terganggunya kemampuan sel telur dala berovulasi dan juga terganggunya kemampuan sperma dalam membuahi sel telur, maka otomatis pembuahan akan sulit terjadi.

Hasilnya, kehamilan tentunya akan sulit juga terjadi.

Lebih jauh, menurut dr. Allen Morgan, MD, seorang pakar kesuburan sekaligus direktur Institute of Shore for Reproductive Medicine di New Jersey, AS, bahwa munculnya hormon cortisol saat wanita stres merupakan penyebab wanita yang stres sulit sulit untuk hamil.

Hal ini karena, hormon cortisol ini akan membuat metabolisme tubuh wanita menjadi tidak stabil yang akhirnya menyebabkan kerja dari organ-organ reproduksi menjadi tidak optimal.

Tidak optimalnya kerja dari organ-organ reproduksi ini pada akhimnya akan membuat siklus haid dan juga proses ovulasi menjadi tidak stabil

Hasilnya, pembuahan dan khususnya kehamilan akan sulit terjadi.

Nah, itulah beberapa pendapat dari para dokter maupun pakar kesehatan yang secara jelas menyatakan, bahwa stres bisa menyebabkan wanita sulit hamil.

Penelitian yang membuktikan

Selain dari pendapat dari para dokter ahli seperti yang dijelaskan di atas, terdapat juga beberapa penelitian/penelitian yang juga mempertegas, bahwa stres bisa membuat wanita sulit hamil.

Salah satunya adalah penelitian yang dirilis di Journal of Human Reproduction Science, di mana dalam penelitian ini dokter membandingkan tingkat kehamilan antara pasangan suami istri yang merasa bahagia dan santai dengan pasangan suami istri yang mengalami stres.

Hasilnya, pasangan suami istri yang merasa bahagia dan santai memilik angka keberhasilan kehamilan lebih tinggi dari angkah kehamilan pasangan yang mengalami stres.

Hasil penelitian yang dirilis di Journal of Human Reproduction Science ini semakin mempertegas, bahwa stres memang bisa membuat seorang wanita sulit hamil.

Penelitian lain yang dirilis pada tahun 2005 oleh badan Fertility and Sterility University of,

California melaporkan bahwa: “stres memberikan pengaruh negatif pada perawatan kesuburan, termasuk perawatan pada bayi tabung.”

Penelitian yang dirilis oleh Fertility and Sterility University of California ini dilakukan dengan cara memberikan angket pada wanita yang menjadi responden untuk mengukur tingkat stres.

Hasilnya, wanita yang mendapatkan nilai skor stres yang tinggi ternyata jumlah sel telurnya yang tidak terbuahi 20% lebih banyak dari sel telur yang tidak terbuahi pada wanita yang tidak stres.

Hasil penelitian yang dirilis oleh Fertility and Sterility University of California ini sekali lagi menunjukkan bahwa stres memang bisa membuat wanita sulit hamil.

Kesimpulan dari pembahasan tentang alasan kenapa stres bisa membuat wanita sulit hamil ini adalah, “bahwa meskipun banyak juga wanita yang bisa hamil meskipun berada dalam tekanan yang hebat atau tepatnya mengalami stres, itu tidak berarti bahwa jika anda stres bisa juga hamil’.

Jadi jangan disamakan!

Ini bisa terjadi hanya karena mungkin wanita yang bersangkutan tidak terlalu terpengaruh kondisi tubuh dan organ reproduksinya meskipun mengalami stres.

Dan perlu juga dicatat, bahwa ini hanya berlaku pada sebagian tertentu wanita.

Umumnya, berdasarkan pendapat dari para dokter ahli dan juga penelitian di atas, ketika stres, seorang wanita akan lebih sulit hamil.

Walaupun Anda mengikuti promil yang terbukti berhasil pun, kalau Anda stress. Maka, kehamilan akan sulit Anda dapatkan dengan kondisi Anda yang seperti itu.

Kami juga sudah sampaikan pada artikel tips cepat hamil setelah keguguran terkait hal ini. Jadi, kalau anda berencana ingin segera hamil dan punya momongan, maka saran dari kami adalah sebaiknya hindari stres.